sampai kapan kamu akan melepas orang yang benar-benar sayang sama kamu? — eva
YOU are SUBJECT and VERB, without PAST-TENSE. —
karya senja
sementara gelap telah jatuh, membingkai dingin.
hati bertemu rindu, pada sepenggal namamu yang tak datang seharian.
—
karya senja
segala sudut bersusah payah membilik genggam pemikiran yang sama, lantas kau tetap berkeras kepala mencari pendamping yang sempurna, lebih baik kau berkomitmen dengan pikiranmu, senggama dengan imajinasimu, sampai klimaks, di ujung yang tidak ada.
karena tak ada seorangpun yang sempurna, sekalipun yang kau sembah.
benci saja sekalian; sampai kau lelah, sampai kau enggan, lalu enyah. kemudian tinggal kesendiran memaku pilu. — Karya Senja
[video]
single - kenalan - deket - jadian (optional) - gak cocok - jauh2an - lupa2an - single — dinikmati aja bro!
lalu aku membuat mesin
pencipta rindu dan sajak,
pada hatimu yang kaku
dan enggan beranjak
karya senja, 14me13
tutup sembilu.
terlalu lama mengaduh pada dunia, pada Tuhan, pada sunyi dan hujan.
menghilangkan sekelebat sajak yang pernah ranum; eksplisit.
roman sedang teduh, mencipta bimbang pada cerita.
selamat menikmati.
kalian sungguh hebat, penikmat prosa.
salam hangat :)
14me13 | 12:43
Telah kutitipkan sepucuk senyum bahagia dan sesimpul hati yang merona. Pada seseorang lain. Dia yang bukan aku.
— Segenggam tangan.
Tanpa lentik jarimu melengkapi.
di pelupuk mataku kau bergelayut, merendahkan kalut yang meninggi, menjadi setara rasa yang sedang merona.
kau begitu fasih melafalkan jutaan rindu yang tertanam dalam dada, yang selama ini enggan keluar, yang selama ini berdesakan dengan emosi, yang selama ini bersaing dengan ego, yang selama ini hanya menyakiti rasa.
sementara sang waktu berjuang keras mengambil ingatan yang sedang ranum …
membawa mendung, dan menurunkan rintiknya tepat di bawah mata; membuatnya menganak sungai, memberinya isak diantara doa.
perlahan kau mengambil pena seraya menuliskan luka.
melingkarkan takdir di jari manismu menjadi hampa yang terburai diantara pengaharapan yang terdiam
kita begitu pintar membuat pola, tapi selalu lupa cara menyatukannya.
di jarimu pernah terukir satu lingkar cinta, memahat nama kita menjadi cerita; lalu menjadi fana.
membekukan rasa, pada rindu, pada cinta, pada kita yang tak pernah ada.
semoga,
semoga kamu tak tuli, saat rerancah hujan turun
berteman tanah basah yang mencoba mengetuk pintu rindu.
lalu ketika kau berpaling,
rerintik hujan telah enggan membasahi harimu,
telah bosan menemani hari-harimu.
karya senja, 12ok12
http://www.karyasenja.tumblr.com/
terima kasih @sindyasta
kamis, 27 September 2012.
kicauan pecinta kata, tentang rindu yang semakin absurb. daripada tak terpakai lebih baik disalinkan saja sekenanya …
N : malem jumat ya … laptop nyala sendiri ya … ngerii ya … kampret!
S : laptop apa kenangan masa lalu? #lebihserem
N : masa lalu kita bersama maksudmu? #tutupmata
S : tidak bisakah kita berdamai dgn masalalu? #berpaling
N : damai? Kita tidak sedang berperang, hanya aku yang ingin jadi jagoan di hidupmu
S : jagoan jg btuh plindung, biar aku yg melindungimu,aku rela
N : kamu tak usah melindungiku; cukup kita berjalan, iringi aku. segenggam padat kau mampu
S : aku mampu menggengamu, tapi aku takut jika aku harus merasakanmu dalam genggaman orang lain…
N : takut? bahkan jelujur doaku tentangmu masih kurang membuatmu berani berlari? Sebuah gengam ini penuh pinta tentang masa depan
S : aku tidak takut,aku hanya tidak ingin kau menghilang. masa depan tak selalu terang, maka berikan cahayamu untuku,aku ingin terang bersamamu
N : mengapa takut hilang jika sudah kutemukan apa yang kucari selama ini; kamu.
S : jangan trlalu percaya diri, hidup bisa sangat kejam. tapi kamu, alasan aku mempertahankan semua rasaku, cinta.
N : sekata hal yang paling kejam adalah rindu, yang terseok-seok bahkan hanya untuk sekedar menemuimu.
S : hatiku mulai membiru lebam, karena rindu yang sengaja kupendam. hanya 1 cara untuk menyembuhkanya, hadirmu.
N : hadirku tak selalu nyata, satu yang pasti; doaku selalu tertuju padamu.
S : melambungkan doa adalah caraku untuk memelukmu dari kejauhan.
N : pelukmu adalah candu, dalam imaji terliarku. Kamu adalah buku yang tak habis kubaca satu-persatu.
S : lekat2 aku msh bisa membaui aroma tubuhmu sisa peluk terakhirmu, yang membiusku dgn tenang.
N : ah kata2mu menginduksi malamku. Membuatnya sepi akan bintang, yang berkelana ke bening mata mu.
S : mata ini tak akan begitu berbinar, tanpa kehadiranmu, ninar…
N : malam semakin larut, bulanpun berpangku. lalu akan ku dekap kau sepanjang dua hasta tangaku; sindyasta
S : malam yg indah, kucumbui sebuah lagu cinta dgn petikan senar,hanya untk memangilmu,nirbito ninar.
sekian.
——-
perempuan ini juga suka menulis, silahkan menentramkan hati disini
Kucari Kamu